Kamis, 28 April 2016

Eko-Terorisme

Penggunaan istilah terrorisme hingga saat ini masih banyak diperbincangkan. Pasalnya, belum ada definisi yang ajeg yang dapat menjelaskan tentang terorisme. Hanya saja selama ini terorisme yang sering muncul dalam berbagai media massa pengacu pada tindakan anarki yang dilakukan berdasarkan alasan tertentu (Abad, 2009). Banyaknya tindakan terorisme yang berlandaskan pada alasan agama, membuat istilah terorisme bagi penulis menjadi sempit. Ternyata, masih ada tindakan terorisme lain yang alasannya utamanya adalah lingkungan dan biasa disebut sebagai eco-terorismEco-terorism adalah sebuah gerakan yang dapat dikatakan anarkis dilakukan oleh para pecinta lingkungan dan binatang sebagai bentuk perlawanan terhadap oknum-oknum yang mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempedulikan akibat terhadap ekosistemnya (Jennifer, n.d.).

Eco-terrorism escalated across the nation in the late 1990s. Underground saboteurs, claiming to act on behalf of the natural world, repeatedly struck such enterprises as logging, skiing, genetic research, home building and auto sales. They are suspected in 69 major attacks since January 1999, including 14 in the Pacific Northwest, The Oregonian found in an ongoing analysis of the crimes. But serious cases of eco-terrorism took a precipitous plunge after July 16, when the Earth Liberation Front set fire to an oil company building in suburban Detroit. Since then, eco-terrorists have been tied to just six major crimes, compared to 21 during the same period last year. The last major act of eco-terrorism in the United States occurred more than two months ago, when the Earth Liberation Front set fire to a genetic research center under construction at the University of Minnesota, causing $630,000 damage. Eco-terrorists have operated in the United States for at least 22 years. But their crimes took center stage in 1998, when the Earth Liberation Front claimed responsibility for an arson at the Vail, Colo., ski resort. The fire, which caused $12 million damage, remains the costliest act of eco-terrorism in U.S. history. The front is suspected of seven arsons in Oregon. No one, except perhaps the eco-terrorists, knows why the attacks have slowed since summer. But federal authorities and industry leaders familiar with the phenomenon attribute the decline to key arrests, prosecutions and ongoing investigations. The FBI has made no secret that it hopes to infiltrate eco- terrorist cells. (Bryan Denson,Ecoterrorist.net)

Kita dapat melihat bagaimana aksi dari eco-terrorism sendiri tidak jauh berbeda dampaknya dengan terorisme motif lain. Walaupun aksi yang digunakan adalah pembakaran bangunan, tetap saja kerugian yang didapatkan menjadikan cukup alasan bagi pemiliknya untuk depresi. Aksi terror yang mengatasnamakan cinta alam ini hanya akan memunculkan masalah baru yang lebih sulit untuk ditangani.
Seperti yang dilansir dari sumber di atas, di Amerika Serikat sendiri, aksi dari eco-terrorismtelah ada sejak 22 tahun lalu. Artinya aksi terorisme berdasarkan pada lingkungan ini sudah ada sebelum Amerika dihebohkan oleh aksi terorisme 11 September yang dilansir dilakukan oleh AlQaeda. Timbul pertanyaan mengapa mereka sebagai pelaku eco-terrorism lebih memilih untuk membakar langsung perusahaan atau bangunan-bangunan yang dinilai ‘mengganggu’ lingkungan serta ekosistemnya daripada harus ikut bergabung dengan NGO seperti Green Peace? (Jennifer, n.d.).

According to the FBI, eco-terror was born in 1977. In 1980, the group Earth First! came along and raised the stakes by engaging in acts of civil disobedience like tree spiking (the practice of hammering a nail into a tree to prevent it from being cut down, which can severely injure loggers). The most well-known group linked to eco-terror in the U.S., theEarth Liberation Front, or ELF, was formed when some members of the group Earth First! became frustrated with what they saw as an insufficient pace of change and began a group that would engage in more violent, direct action. Like the members of ELF, eco-terrorists are radical environmentalists who believe traditional ways of bringing about change are not adequate. They view politicians as ineffective and believe that if something is to be done, they must do it themselves. (Jennifer Horton, HowStuffWorks)

Bagi para pelaku eco-terrorism peran pemerintah yang semestinya besar dalam kasus seperti ini menjadi tidak ada artinya. Menyebabkan keinginan untuk melakukan sesuatu melalui usaha mereka sendiri. Aksi ini memang pertama kali lahir di Amerika Serikat dan hingga saat ini pun walaupun berkembang luas ke negara lain, namun aksi radikal bisa banyak sekali ditemukan di Amerika Serikat.

Menurut pandangan penulis, hal semacam ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Ketika kesadaran diri belum dimiliki semua kalangan, apabila sebuah aksi seperti Green Peacemenjadi tidak efektif. Di satu sisi Green Peace sibuk melakukan gerakan penghijauan atau mendesak perusahan-perusahan yang melakukan pekerjaannya untuk tidak mengganggu lingkungan, di sisi lain tetap saja ada oknum yang dengan seenaknya membuat sesuatu contohnya saja seperi membangun sebuah perumahan tanpa mengindahkan keadaan ekosistem lingkungan disekitarnya. Namun juga tidak dibenarkan untuk melakukan aksi anarkis dengan melakukan pembakaran terhadap properti milik oknum yang melakukan sesuatu tanpa melihat imbasnya terhadap ekosistem lingkungan.

Walaupun juru bicara ELF pernah diwawancarai dan mengatakan bahwa aksi mereka merupakan sebuah sinonim dari peperangan, dimana mereka mewakili lingkungan serta binatang yang hidup di bumi ini untuk melawan bentuk pengeksploitasian manusia terhadap rumah mereka, pergerakan ini tetap sulit dilacak oleh FBI (Jennifer, n.d.).
People familiar with the eco-terror movement claim that the structure of the groups is what makes them so hard to penetrate. There is no central leadership to guide actions and no real cohesion among members. In fact, there aren't really even any "members" -- you don't pay a $15 membership fee, get a cute tote bag and receive monthly updates in the mail. All you have to do to be part of the movement is to commit an act in the name of Mother Earth. ELF's Web site claims that members are anonymous even to each other. So even when people are found and arrested, attacks don't decline because the groups are dependent only on each individual's fervent commitment to protecting nature, not on the leadership of any one person. (Jennifer Horton, HowStuffWorks)

Inilah yang menjadi alasan mengapa mereka begitu sulit untuk dilacak dan ditangkap. Sekalipun terdapat pelaku yang berhasil di tangkap, itu semua tidak akan menjadikan aksi ini menurun atau bahkan berhenti. Aksi-aksi yang dilakukan atas nama lingkungan ini berdasar pada kesadaran dari individu-individu para pelaku. Walaupun hingga saat ini tidak terdapat korban dalam pelaksanaan aksi-aksi eco-terrorism namun hal ini hanya membutuhkan waktu saja.

Peran pemerintah melalui jalur hukum mungkin menjadi satu-satunya jalan keluar yang saat ini dapat ditempuh. Selain berusaha untuk menghentikan aksi dari eco-terrorismdengan cara menangkap para pelakukanya itu sendiri, pemerintah melalui jalur hukum arus membuat peraturan serta hukuman yang jelas bagi para perusahaan yang tidak peduli terhadap lingkungan. Ini yang justru harus diutamakan, karena alasan inilah eco­-terrorism itu muncul. Karena sekalipun penangkapan berhasil dilakukan tetap saja tidak ada artinya ketika perusahaan-perusahaan masih tidak hirau terhadap kehidupan ekosistem lingkungan.

Isu lingkungan yang semakin luas, bahkan sudah adapula dalam bentuk terorisme, memang memerlukan aksi dari setiap negara didunia untuk mencapai pengaruh global. Aksi terorisme yang dilatarbelakangi karena rasa cinta terhadap lingkungan ini jika dibiarkan juga menghambat pembangunan dan perkembangan negara secara internal.  Sudah seharusnya masyarakat internasional juga mulai mementingkan memelihara lingkungan dari aksi-aksi terkecil seperti individu.

Referensi

Artikel Pilihan: Dinar, Ariel, dkk. 2011. Local Actions, Global Impacts: International Cooperation and the CDM. 
Global Environmental Politics, by the Massachusetts Institute of Technology


Badruzaman, Abad. 2009. Definisi TerorismeFrom:

Denson, Bryan. Eco-terror Acts Ease, But Reasons Are Unclear.
From: http://www.ecoterrorist.net/ Diakses pada 1 November 2011

Horton, Jennifer. How Eco-terrorism WorksFrom:
  1. http://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/eco-terror.htm
  2. http://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/eco-terror1.htm
  3. http://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/eco-terror2.htm
Diakses pada 1 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar